Dukung Ketahanan Pangan di Minahasa Utara, Pemerintah melakukan Tanam Perdana

0
45

Tanam perdana Jagung Hibrida Unggul Baru Balitbangtan Mendukung Program Pengembangan Benih Berbasis Korporasi di Sulawesi Utara dilaksanakan pada hari Jum’at, 18 Oktober 2019. Acara ini dihadiri oleh Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Utara diwakili oleh Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sulut, Bupati Minahasa Utara yang diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Kepala BPTP Sulut, Dekan Fakultas Pertanian Universitas Sam Ratulangi, Perwakilan Komandan Kodim, Kepala Balitsereal beserta para kelompok tani wilayah Minahasa Utara, Sulawesi Utara.

FB_IMG_1571391565052Asisten II bidang Perekonomian dan Pembangunan mewakili Bupati Minahasa Utara menyambut baik kegiatan ini dan memberikan apresiasi kepada Balitsereal Badan Litbang Pertanian karena sejalan dengan pencanangan penggunaan varietas unggul jagung, Mentan telah mencanangkan 20.000.000 ha. Dengan target 50.000 ha, tercapai 45.000 ha lahan yang telah ditanami jagung di wilayah Sulawesi Utara dengan pertanaman kelapa di sekitarnya dan memanfaatkan potensi curah hujan. Hal ini dilakukan dalam rangka mendukung ketahanan pangan sesuai visi misi Bupati Minut untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

Kepala BPTP Sulut mengatakan dalam sambutannya bahwa dipilihnya Kabupaten Minut karena beberapa justifikasi, lokasi ini telah ditunjuk sebagai sentra produksi jagung di Sulut. Kegiatan ini diinisiasi oleh Kepala Balitsereal kerjasama dengan BPTP Sulut dan Dinas Pertanian Sulut . Tupoksi BPTP dalam rangka melakukan pengkajian, perakitan dan pengembangan serta diseminasi seiring dengan pelaksanaan gelar teknologi VUB Jagung Hibrida Badan Litbang Pertanian JH 37, JH 45 dan Nasa 29 ini dalam rangka mempercepat dan mentransfer teknologi kepada petani. Selain itu sebagai kajian kesesuaian untuk digunakan sebagai pakan ternak, warna biji yang cerah sangat disukai oleh petani dan pengusaha, dan untuk sifat stay green nya sangat sesuai untuk pakan ternak. Gelar teknologi ini pun mendukung perbenihan jagung berbasis korporasi, melibatkan kelembagaan petani, pemasaran dan kelembagaan lainnya. Untuk itu mari kita memotivasi petani dan penyuluh, agar bisa dengan mudah menerapkan teknologi yang telah ada.

Gelar teknologi ini telah lama direncanakan namun baru dapat terwujud saat ini ungkap Kepala Balitsereal. Masyarakat Sulut patut berbangga karena dipilihnya Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan untuk pengembangan produksi benih berbasis korporasi di wilayah Indonesia Timur. Dari target awal 100 ha kini menjadi 200 ha sehingga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan benih tidak hanya untuk wilayah Sulut namun meluas ke Sulawesi Tengah hingga Ternate.

IMG-20191018-WA0050FB_IMG_1571391555140

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here