Berdasarkan keterangan pada Buku Sorgum: Penanganan dan Pengolahan Berbagai Produk Pangan yang diterbitkan oleh Kepala Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian (2011), sorgum memiliki komponen fitokimia seperti tanin, asam fenolik, antosianin, fitosterol, dan polikosanol, yang secara signifikan mempengaruhi kesehatan. Selain itu komponen bioaktif yang terdapat dalam sorgum berfungsi sebagai antioksidan, antimikroba dan dapat menurunkan kadar kolesterol darah. Memperhatikan hal tersebut Balitsereal mengadakan Bimbingan Teknis Pengolahan Produk Turunan Sorgum Mendukung Program Penanganan Krisis Pangan dan Diversifikasi Pangan Lokal Terstandar diselenggarakan di Balitsereal pada Jumat (6/1).

Biji sorgum yang belum disosoh menjadi beras

Bimtek tersebut diselenggarakan untuk meningkatkan kapasitas pejabat fungsional internal balai serta beberapa mitra seperti Fakultas Pertanian Universitas Hasanudin, Dinas Pertanian Maros, BPTP Sulawesi Selatan dan Dinas Pertanian Pangkep. Narasumber pada kegiatan tersebut adalah Kepala Balitsereal dan Agricultural Crop Farm Manager dari PT. Sedana Panen Sejahtera (Sedana Agro).

Kegiatan bimtek produk turunan sorgum
Narasumber bimtek produk turunan sorgum

Selain mendengarkan paparan bimtek, peserta mendapat kesempatan untuk melihat dan melakukan proses produksi produk turunan sorgum seperti pembuatan nektar dan beras sorgum. Untuk nektar sorgum diperlukan batang sorgum yang manis, bersih dan segar. Batang sorgum manis yang telah dipanen harus langsung digiling sehingga menghasilkan nira. Nira kemudian dipanaskan pada open pan dengan suhu 90 °C selama 20-30 menit. Waktu yang diperlukan untuk membuat nektar dengan volume 100 liter nira, sekitar 8-10 jam.

Praktik penggilingan batang sorgum untuk menghasilkan nira

Kepala Balitsereal pada penutupan bimtek memberikan keterangan terkait olahan sorgum. “Sorgum memiliki potensi yang luar biasa. Sebagai bahan pangan, sorgum dapat diolah menjadi berbagai macam produk seperti beras, kecap, nektar, gula, tepung dan masih layak lagi. Selain itu sorgum sangat potensial diolah sebagai bahan feed, fuel, fiber dan pharmacy. Pasar dan pengembangan sorgum masih terbuka luas”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *