Rabu, 27 Oktober 2021 telah dilaksanakan Bimbingan dan Temu Teknis “Pengembangan Jagung Hibrida Mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional Tahun 2021” di Desa Umbu Ratu Nggay Barat, Kabupaten Sumba Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Acara ini dihadiri oleh Kepala Balai Penelitian Tanaman serealia (Dr. Muhammad Azrai), Penanggung Jawab Kegiatan (Dr. Andi Takdir Makkulawu) beserta tim, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumba Tengah (Nyong Umbu K.Pari S.TP), Sekertaris Dinas Pertanian (Yance Landukara S.Sos), Kelompok Tani Namu Kima Nyuma, Kelompok Tani Harapan Jadi, Kelompok Tani Awa Pama, Kelompok Tani Syalom, Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan beserta anggota, dan Petani Setempat.

IMG-20211031-WA0042IMG-20211031-WA0051

Dalam sambutannya Kepala Dinas Pertanian, Nyong Umbu K.Pari S.TP menyampaikan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Kementerian Pertanian khususnya Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Balai Penelitian Tanaman Serealia terkait kegiatan “Demfarm Inovasi Teknologi Budidaya Jagung” varietas unggul produksi Balitbangtan yang telah dilaksanakan. Pemkab dan Petani Kabupaten Sumba Tengah sangat merasakan manfaatnya karena sangat membantu merubah pola pikir masyarakat tani.

Sumber daya manusia merupakan masalah utama di Sumba tengah karena sebagian besar masyarakatnya memiliki tingkat pendidikan hanya sampai Sekolah Dasar (SD) sehingga berdampak pada keterbatasan akses dan penerapan inovasi teknologi yang rendah. Dengan adanya kegiatan ini, berdampak pada perubahan perilaku petani yang selama ini membiarkan lahannya bero setelah ditanami padi karena petani telah mendapat pengetahuan dan contoh untuk bercocok tanam lebih dari satu kali musim tanam dalam setahun, ungkap Nyong Umbu.

Lebih lanjut Kadistan mengatakan bahwa dari hasil penelitian Balitbangtan menyatakan bahwa sumber daya alam di Sumba tengah pada umumnya memiliki kandungan bahan organik yang sangat rendah karena terbentuk dari endapan kapur sehingga perlu penanganan yang ekstra.

Terkait dengan sumber daya air, hanya berharap dari langit (air hujan) dan belum ada teknologi lain untuk mendapatkan air. Ada beberapa sumur, cek dam dan embun yang telah dibangun sebagai sumber pengairan, namun debitnya masih rendah. Sarana Prasarana juga sangat terbatas sebelum adanya kegiatan Food Estate (FE), namun setelah ada kegiatan FE, sarana dan prasana mulai dilengkapi sebanyak 180 unit traktor yang dikerahkan untuk mengolah lahan, tutur Nyong Umbu.

Beliau berharap agar program pemberdayaan SDM dalam rangka peningkatan pengetahuan dan keterampilan terkait pertanian yang lebih maju, mandiri dan modern. Kadistan sangat berterima kasih kepada Balai Penelitian Tanaman Serealia karena kegiatan yang dilaksanakan dikawal mulai dari persiapan lahan, pengolahan, penanaman, pemeliharaan tanaman sampai dengan panen, para petani mendapatkan bimbingan dan arahan cara budidaya jagung yang baik dan benar.

Komoditas yang telah ditanam adalah jagung hibrida Balitbangtan hasil inovasi karya anak bangsa, diantaranya varietas JH 37, NASA 29, Bima 9, Bima 14, HJ 21, dan jagung bersari bebas varietas Pulut URI, Srikandi Ungu, Jakarin,  Lamuru, dan Provit-A. Beberapa kendala ditemui dalam pelaksanaan kegiatan diantaranya; kekeringan, serangan hama belalang yang sangat luar biasa jumlahnya bahkan jutaan, sehingga petani sedikit ketakutan untuk menanam, tetapi Bapak Kadistan menekankan dengan tegas untuk menanam terlebih dahulu, permasalahan belalang nanti kita laporkan ke pihak terkait yang bisa memberi solusi penanganannya.

Mengakhiri sambutannya, Nyong Umbu menyampaikan bahwa jumlah lokasi penanaman di Kabupaten Sumba Tengah ±2000 ha yang terbagi dalam beberapa wilayah. Sasaran kegiatan FE adalah menyediakan bahan untuk pangan di Kab. Sumba Tengah, dimana lahan tidur di sulap menjadi lahan yang subur. Berkat perjuangan Bupati Sumba Tengah sehingga kegiatan FE dapat terlaksana, agar dapat mengangkat perekonomian masyarakat dari permasalahan kemiskinan. “Ketika mereka (petani) sejahtera kami juga berbahagia”, ungkap beliau.  Nyong Umbu menuturkan dan berharap tim yang ditugaskan oleh Balitsereal berlanjut mendampingi petani di kawasan FE Sumba Tengah.

Kepala Balai Penelitian Tanaman Serealia, Dr. Muhammad Azrai memberikan apresiasi yang luar biasa terhadap apa yang disampaikan oleh Bapak Kadistan karena dapat memotivasi petani dalam kegiatan FE demi terciptanya kejayaan pertanian di Sumba Tengah. SDM memang harus di benahi, dan perlu dilatih step by step sehingga menghasilkan SDM yang berkualitas.

Lebih lanjut Azrai menyampaikan bahwa bimbingan teknis sudah dilakukan baik secara langsung maupun materi oleh Moch Arif Subechan, SP, MP dan Syarifuddin selaku pendamping kegiatan FE Sumba Tengah. Balitsereal menangani seluruh provinsi Indonesia, kami harus melayani dan mereka bukan orang sembarangan harus orang tangguh, makanya Dr. Andi Takdir Makkulawu diserahi tugas sebagai penanggung jawab kegiatan. Mereka adalah orang mumpuni, dan telah terbukti sukses mempimpin kegiatan pendampingan dimana-mana sehingga pendekatannya kepada masyarakat lebih baik. Itulah alasan Balitsereal menugaskan orang terbaiknya di sini.

Hal ini terkait dengan tantangan di Sumba Tengah sangat besar. Hal lain adalah rendahnya bahan organik tanah sangat berpengaruh terhadap hasil pertanian, harus ada upaya konservasi lahan secara bertahap, Setelah tanam jagung lanjut dengan tanam sorgum karena tanaman sorgum dapat memperbaiki kesuburan tanah. Demikian pula halnya pertanyaan petani terkait pasar dari hasil panennya, mereka tak perlu khawatir karena Indonesia masih kekurangan Jagung.

Azrai menyampaikan dihadapan para peserta bahwa kerjakan saja dulu, jangan pikirkan siapa yang akan membeli, karena pasti pemerintah sudah menyiapkannya. “kalau memang sesuai dengan jagung” ya jangan dipaksakan menanam tanaman lainnya karena jagung dengan perawatan yang baik dan maksimal, keuntungannya lebih tinggi dari komoditas pangan lainnya. Beliau menyarankan kepada Kadistan untuk melaporkan dan meminta ke pusat terkait teknologi pengendalian serangan hama, khususnya belalang yang saat ini sedang menyerang pertanaman di Sumba Tengah. Benih sudah dipenuhi, saprodi sudah dipenuhi semua, tinggal dirawat dengan baik. Jika orang di luar bisa, kita di Sumba Tengah juga harus bisa.

Ka. Balitsereal meyakinkan bahwa masyarakat Sumba Tengah memiliki jiwa gotong royong yang sangat tinggi, sehingga diharapkan keberhasilan kegiatan ini lebih tinggi. Lebih lanjut disampaikan bahwa kegiatan selanjutnya dari pusat adalah Integrated Farming (pertanian terintegrasi), sebanyak 600 lokasi dengan komoditas utamanya adalah jagung sehingga teknologi yang telah diperoleh dari pembimbingan selama ini dapat diimplementasikan oleh petani Sumba Tengah dan memanfaatkan sebaik-baiknya program FE ini.

Kegiatan pemulihan ekonomi dilakukan dalam rangka memulihan ekonomi sebagai akibat pandemi covid 19 yang telah melanda negeri ini. Azrai berharap di Sumba Tengah dapat memproduksi benih secara mandiri, sehingga harga benih tidak terlalu mahal dan mudah dijangkau oleh petani setempat serta berharap sebagai sentra benih pulau Sumba bahkan sampai pulau Flores dan sekitarnya. Berbicara tanaman sorgum, bisa dibuat sebagai tepung sorgum untuk bahan makanan, kalua skala luas bisa diajak investor dari luar, karena disana selain buat tepung, juga diambil seratnya untuk bahan bakar, sorgum itu baik batangnya untuk bahan etanol, bijinya untuk pangan ataupun laiinya, serta bijinya bisa difermentasi menjadi wine yang sangat berkualitas. Dengan adanya pertanaman jagung dan sorgum yang akan ditumpanggilirkan pada lahan FE diharapkan dapat menuntaskan dan memulihan perekonomian di Kabupaten Sumba Tengah.

Diakhir acara dilakukan penyerahan bantuan benih jagung hibrida nasional secara simbolis kepada para kelompok tani dan diserahkan oleh Kepala Balitsereal (Dr. Muhammad Azrai), Kepala DInas pertanian Sumba Tengah (Nyong Umbu K.Pari S.TP), Sekretaris Dinas Pertanian (Yance Landukara S.Sos) dan Penangung Jawab kegiatan Demfarm Budidaya Jagung Hibrida (Dr. Andi Takdir M).

IMG-20211031-WA0039IMG-20211031-WA0044

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *