Komitmen pemerintah untuk mendukung swasembada jagung seakan tiada henti. Berbagai program strategis dibuat untuk mendekatkan teknologi dengan petani. Sebanyak 300 orang anggota kelompok tani dari delapan kabupaten (Maros, Wajo, Bone, Pinrang, Soppeng, Sidrap, Takalar, dan Luwu Utara) mengikuti acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Produksi Benih untuk Percapatan DIseminasi Jagung Hibrida yang diselenggarakan oleh Badan Litbang Pertanian melalui UPT Balitsereal di Maros, 16 April 2018.

Acara dibuka oleh Kepala Balitsereal Dr. Muhammad Azrai mewakili Kepala Balitbangtan pada pembukaan Bimtek tersebut. Acara ini merupakan bagian dari komitmen Balitbangtan dalam rangka mendukung kebijakan pemerintah untuk mempertahankan swasembada jagung melalui transfer inovasi teknologi jagung hibrida. Dr. Azrai menyampaikan beberapa hal, antara lain: (a) Balitbagtan telah menghasilkan berbagai varietas unggul baru (VUB) jagung sesuai preferensi petani (pengguna), berikut teknologi budi daya pendukungnya, (b) Komitmen pemerintah untuk menggunakan benih jagung hibrida nasional dalam program benih bantuan pemerintah, (c) Kerjasama produksi benih yang telah dilakukan dengan stakeholder terkait seperti Luwu Utara, Sidrap, Bantaeng dan Takalar.

Para peserta yang juga merupakan mitra Balitsereal dalam kegiatan produksi benih jagung hibrida untuk percepatan diseminasi VUB Balitbangtan mendapatkan kesempatan untuk mendalami teknologi produksi benih jagung hibrida, pengelolaan hara dan hama penyakit serta teknologi prosesing dan pengemasan. Acara bimtek diakhiri dengan kunjungan ke lokasi produksi benih jagung hibrida di KP Maros Balitsereal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *