Semarak pelaksanaan puncak peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-23 di Pekanbaru, Riau memberi berkah tersendiri bagi sektor pangan Indonesia. Acara yang mengusung tema Inovasi untuk kemandirian pangan dan energi dan sub tema : Sektor Pangan dan Energi di era revolusi industri 4.0 dihaapkan mampu menjembatani Indonesia memasuki era industri 4.0, melalui pemanfaatan Iptek dan inovasi. Negara-negara maju di dunia menata ekosistem inovasinya melalui visi perencanaan yang futuristik, strategi kerekayasaan, serta riset dan pengembangan yang terfokus.

Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi sendiri telah membuat Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) berdasarkan Perpres 38 tahun 2018 , yang mendorong agar para peneliti fokus dalam bidang-bidang tertentu, sehingga ke depan dengan berbagai keterbatasan yang dimiliki, mampu kuat dan berdiri di atas kaki sebagai bangsa Indonesia yang berdikari berbasis Iptek.

Dalam rangkaian peringatan puncak Harteknas, Kemenristekdikti memberikan Anugerah IPTEK 2018, yang terdiri dari 8 kategori dan salah satunya adalah Anugerah Prayoga Sala. Prayoga Sala dianugerahkan kepada Lembaga Pemerintah Non Kementerian, Pusat Unggulan Iptek serta Lembaga Penelitian dan Pengembangan dalam membangun Sistem Inovasi melalui penguatan kebijakan, kelembagaan, sumber daya, dan jaringan inovasi untuk menghasilkan produk inovasi. Balitsereal  yang baru ditetapkan sebagai PUI pada tahun 2017 mendapatkan Anugerah Prayoga Sala sebagai peringkat ketiga. Penghargaan ini diharapkan dapat menjadi spirit atau penyemangat bagi Balitsereal dalam melaksanakan penelitian tanaman serealia mendukung kedaulatan pangan yang menjadi pilar penting pembangunan Indonesia…Semoga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *