Balitsereal Menyapa Petani Bulukumba dalam Acara “Mattirolaong Ruma”

0
25

Bertempat di Aula Kantor Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Bulukumba dilaksanakan kegiatan dalam rangka menghadapi musim tanam periode Oktober-Maret 2020/2021 dan musim tanam April-September 2021, pemerintah Kabupaten Bulukumba lewat Dinas TPHP mengadakan musyawarah oleh para pihak terkait melalui kegiatan “Mattirolaong Ruma” (10/9/2020).

Kegiatan ini dilaksanakan guna membangun kesepahaman dan kesepakatan; jadwal tanam, penggunaan varietas, pupuk dan pemupukan, pemberantasan hama/penyakit dan hal lainnya yang terkait dengan kegiatan budidaya guna meminimalisasi segala kemungkinan hambatan dalam budidaya pertanian.

Acara dihadiri oleh Kadis TPHP Bulukumba sebagai tuan rumah, Kadis Ketahanan Pangan Bulukumba, Kepala Bappeda Bulukumba, Para Camat sekabupaten Bulukumba, Koordinator PPL kabupaten, Kepala BPP sekabupaten Bulukumba, KTNA, dan Para Pallontara, serta undangan; Kepala Dinas TPHP Provinsi Sulawesi Selatan, Kepala Balai Penelitian Tanaman Serealia, dan Kepala BPSB Sulawesi Selatan.

Kepala Dinas TPHP Bulukumba Emil Yusri SP.MP., menyampaikan beberapa hal terkait Rekapitulasi dan mengevaluasi kesepakatan bersama (Mattirolaong Ruma tingkat kecamatan) dari semua kecamatan; Percepatan kegiatan Mattirolaong Ruma untuk tahun berikutnya sehingga diperoleh solusi pemecahan masalah baik kebutuhan air, benih (jumlah, jenis, dan umur), pupuk dan harus berbarengan dengan penyusunan RDKK untuk menghindari penundaan pola tanam.

Lebih lanjut Emil menyampaikan Pengendalian OPT agar memperhatikan jenis varietas yang digunakan dan kendala lainnya; Perbaikan mindset tanam dan harus panen bukan sebaliknya penambahan luas tanam tetapi tidak panen; Proyeksi panen tahun 2020 terjadi pergeseran/penurunan luas tanam menjadi tidak cukup, areal yang sedianya dipanen berpotensi tidak dipanen karena ketersediaan air terbatas.

Selain itu Kekeringan harus diprediksi lebih awal dengan menggunakan data dari BMKG sehingga resiko gagal panen dapat diminimalis dan tidak mengulang pelanggaran kepakatan bersama pada acara Mattirolaong Ruma tahun sebelumnya sehingga kabupaten Bulukumba tidak mengalami kekurangan pangan.

Pada kesempatan yang sama Ka.Balitsereal yang diwakili oleh Dr. Andi Takdir Makkulawu menyampaikan beberapa hal terutama penggunaan varietas unggul jagung baik komposit maupun hibrida. Selain itu, guna mengantisipasi terjadinya fenomena iklim sebagai akibat dari pemanasan global maka diharapkan kepada semua stakeholder di Kabupaten Bulukumba agar mensiasati perubahan iklim dengan memilih varietas yang telah dirilis Balitbangtan diantaranya Jakarin, Pulut URI, JH 37, JH 36, HJ 21, NASA 29 yang memiliki produktivitas di atas rerata nasional dan berpotensi menghasilkan tongkol dua.

Disampaikan pula agar petani bijak memperlakukan varietas yang telah dirilis pemerintah terutama pada perlakuan budidayanya sehingga hasil yang diperoleh sesuai dengan deskripsi dari setiap varietas yang ada saat ini, dan juga memberikan motivasi kepada seluruh stakeholder dibidang pertanian agar dapat mewujudkan kemandirian pangan dan kemandirian benih.

Mengakhiri perbincangannya, beliau juga menyampaikan bahwa dalam mensinkronkan antara kabupaten dan provinsi, perlu adanya kesepahaman pemerintah agar membuat skema HPP (harga pokok penjualan) khusus komoditi jagung sehingga petani terlindungi dari permainan sistem cartel.

WhatsApp Image 2020-09-11 at 13.08.54

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here