Pelaksanaan kegiatan demfarm jagung hibrida dan bersari bebas untuk diversifikasi pangan lokal mendukung food estate (FE) dilakukan di Sumba Tengah.

Kabupaten Sumba Tengah merupakan sebuah kabupaten di provinsi Nusa Tenggara Timur, Ibu kota berada di Waibakul. Kabupaten ini adalah pemekaran dari Kabupaten Sumba Barat yang diresmikan pada tanggal 22 Mei 2007 oleh pejabat pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur; Bayang Amahu SH., luas 1.869 km2, populasi 73.820, lahan sawah irigasi 2 692, lahan sawah non irigasi 4 909 total luas lahan sawah=7 601 ha. Sebagai implementasi pelaksanaan kegiatan food estate (FE) peneliti Balitsereal terjun langsung ke lokasi tersebut dan disambut senyum manis masyarakat Waibakul.

Kabupaten Sumba Tengah yang ditunjuk sebagai salah satu lokasi/kawasan Food Estate telah berjalan dan saat ini dilakukan percepatan tanam. Kawasan Food Estate ini didalamnya akan dikembangkan tanaman pangan (Padi, Jagung, dan Kedelai), hortikultura, peternakan, dan perkebunan dalam satu kawasan.

Percepatan tanam saat ini khususnya untuk tanaman jagung sudah mulai terlaksana. Balitsereal yang ditunjuk sebagai pengawal untuk tanaman jagung tentunya sudah memulai bergerak dengan menugaskan langsung penelitinya, Bapak Dr. Andi Takdir dan Ir. Faesal MS sejak 19 April hingga 22 April 2021 dilapangan untuk melakukan koordinasi dengan kepala Dinas Pertanian (Nyong Umbu K.Pari S.TP) dan Bupati Sumba Tengah, Bapak Drs. Paulus S.K. Limu.

Bupati Sumba Tengah menyambut baik dan mendukung penuh kegiatan ini, beliau berharap kegiatan ini dapat berkelanjutan dan menginisiasi keberlanjutan mandiri benih berbasis korporasi petani milenial sebagai motor penggerak pembangunan pertanian, lanjut beliau berkeyakinan bahwa kegiatan ini akan memberikan manfaat yang sangat besar bagi masyarakat Kabupaten Sumba Tengah dalam mewujudkan swasembada dan mandiri pangan.

IMG-20210424-WA001020210420_105844

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *