Balitbangtan Resmi Melepas Jagung Ungu Pertama di Indonesia

0
56

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian resmi melepas jagung ungu melalui sidang pelepasan varietas yang diuji Tim Penilai Pelevasan Varietas (TP2V). Jagung lokal ini berasal dari Manado dan Palu, kemudian disilangkan dan diuji adaptasi agar sesuai kondisi lingkungan Indonesia.

Potensi produktivitas jagung ungu sekitar 7,5 ton per hektare pada musim hujan dan 6,4 ton per hektare saat kemarau. Kelebihan lainnya, mengandung antioksidan 390 persen dari jagung biasa. Sehingga, berkhasiat mencegah terjadinya aterosklerosis dan penyumbatan pembuluh darah.

Zat antosianin yang bersifat sebagai antioksidan, menghambat proses aterogenesis di dalam tubuh dengan mengoksidasi lemak jahat. Antosinin pun melindungi integritas sel endotel yang melapisi dinding pembuluh darah, sehingga tidak terjadi kerusakan. Bahkan, mampu merelaksasi pembuluh darah untuk mencegah aterosklerosis dan penyakit kardiovaskuler lainnya.

Antosianin diketahui melindungi kerusakan lambung dari kerusakan, menghambat sel tumor, meningkatkan kemampuan penglihatan mata, serta berfungsi sebagai senyawa antiinflamasi yang melindung otak. Beberapa studi juga menyebutkan, senyawa ini mampu mencegah obesitas, diabetes, meningkatkan kemampuan memori otak dan mencegah penyakit neurologis, serta menangkal radikal bebas dalam tubuh.

Jagung ungu di Indonesia belum sepopuler jagung berwarna kuning atau putih. Padahal, di Amerika Selatan jagung itu banyak dikembangkan dan dimanfaatkan penduduk lokal sebagai bahan pewarna serta minuman. Warna ungu yang terdapat pada jagung disebabkan tingginya kandungan antosianin, khususnya jenis Chrysanthemin (cyanidan 3-O-glucoside) pelargonidin (3-O-beta-D-glucoside).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here