Dalam rangka mendukung program peningkatan produksi jagung nasional, Kementerian Pertanian menggagas pengembangan jagung hibrida nasional berbasis korporasi petani. Konsep dari program korporasi ini adalah pengembangan daya saing produk melalui pengelolaan hulu hilir sehingga memberi dampak ekonomi yang lebih besar bagi peningkatan taraf hidup masyarakat petani. Dalam implementasinya, Kementerian Pertanian menggandeng berbagai kalangan termasuk institusi TNI dan Polri.

Sebagai pilot project pengembangan korporasi, Badan Litbang Pertanian melalui UPT Balai Penelitian Tanaman Serealia menggelar kegiatan Training of trainer (TOT) teknologi budidaya jagung hibrida berbasis korporasi petani. Kegiatan digelar selama tiga hari pada Jumat-Minggu (13-15/11 2020) bertempat di Harper Hotel Makassar. Kegiatan TOT dihadiri oleh pihak terkait diantaranya Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Badan Litbang Pertanian, TNI dan Polri lingkup Provinsi Sulawesi Selatan.

Dalam sambutan pembukaan, Kepala Badan Litbang Pertanian menyampaikan amanat dari Presiden Jokowi untuk mengelola pertanian on farm dan off farm untuk maksimalisasi produk pertanian yang akan menghasilkan nilai tambah. Tindak lanjut dari amanat tersebut adalah bagaimana mengkorporasikan petani dalam meningkatkan produktivitas pertanian.  Melalui pengembangan system KUR, korporasi petani diharapkan dapat mendorong petani untuk mengelola usahataninya secara professional melalui penguatan kelembagaan. Kementerian Pertanian telah mengembangkan 80 klaster pengembangan sebagai percontohan yangmana pengelolaanya tidak dilakukan sendiri-sendiri melainkan berbasis korporasi terintegrasi. Lebih lanjut, Kepala Balitsereal, Muhammad Azrai menyatakan dukungannya dalam teknis operasional kegiatan korporasi melalui penyediaan benih sumber serta memaksimalkan pendampingan lapangan oleh peneliti jagung Balitbangtan.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan korporasi memerlukan dukungan dari berbagai pihak termasuk pendampingan TNI/Polri dalam pengawasan ketersediaan sarana dan harga hasil. Narasumber dari Kodam XIV Hasanuddin dan Polda Sulsel dalam pemaparan materi  menyatakan kesiapan personil TNI dan Polri dalam pengawalan diantaranya membantu tenaga PPL dalam kegiatan penyuluhan budidaya jagung, pengawalan pupuk bersubsidi untuk menunjang kegiatan korporasi jagung serta stabilisasi harga jagung saat musim panen, pendayagunaan alsitan untuk percepatan tanam jagung serta meningkatkan kapasitas tenaga TNI dan Polri untuk membantu PPL melalui pelatihan, training dan bimtek.

20201113090036_IMG_4598_120201113090055_IMG_4600

 

 

 

 

 

Selain pemaparan dukungan kebijakan, TOT juga diisi dengan pemaparan makalah teknis yang meliputi teknologi pengelolaan varietas dan benih jagung hibrida, pengelolaan hara untuk maksimalisasi hasil, teknologi pengendalian hama dan penyakit, pascapanen serta aspek social ekonomi dan kelembagaan. Pemaparan dalam ruangan selanjutnya diikuti dengan kunjungan lapangan ke Balai Penelitian Tanaman Serealia untuk melakukan praktek teknologi pengelolaan lahan, benih, pupuk dan pascapanen jagung hibrida dibawah bimbingan expert di bidangnya. Melalui kegiatan TOT ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan teknis apparat TNI/Polri dalam memaksimalkan dukungan operasional lapangan dalam pengawalan kegiatan korporasi jagung di wilayah masing-masing.

20201113085858_IMG_459220201113090025_IMG_459720201113090617_IMG_4610_120201113092916_IMG_4618_120201113100538_IMG_4620_120201113110704_IMG_468920201113135004_IMG_4728

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *