Pemerintah kabinet kerja menginstruksikan percepatan pencapaian kesejahteraan masyarakat dengan mendorong ekspor dan investasi. Salah satu komoditas yang memiliki potensi ekspor adalah jagung. Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman melepas ekspor 57.650 ton dari total 100 ribu ton jagung ke Filipina, Rabu (14/2/2018). Amran didampingi Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Syarkawi Rauf dan Wakil Ketua Komisi IV Roem Kono.

 

Total peningkatan produksi jagung sejak pemerintahan Jokowi-JK di Gorontalo akan membawa tambahan pendapatan bagi petani Gorontalo Rp 4 triliun,” kata Rusli
Habibie yang juga menyatakan 75% masyarakatnya yang ada di Gorontalo mampu naik haji karena hasil jagung. Sebelum pelepasan ekspor ini, Amran bersama Rusli dengan disaksikan oleh masyarakat telah panen di luasan hamparan 100 hektare (ha) dengan produksi 7.2 ton per hektare.

Gorontalo mempunyai potensi lahan pertanian seluas 198.655 ha. Dengan rincian lahan sawah 14.298 ha dan luas bukan sawah 163.017 ha. Panen jagung di propinsi Gorontalo hampir tidak mengenal waktu dan musim. Ini dapat dilihat dari perkiraan panen 2 bulan ke depan dengan luas areal yang akan dipanen 82.263 ha.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *