Asa Tanaman Sorgum di Selat Solor, Larantuka

0
53

Sepanjang mata memandang di pesisir Selat Solor, tepatnya di Dusun Likotuden Desa Kawaleo, Kecamatan Demon Panggong, Kabupaten Larantuka, NTT yang tampak hanya lahan berbatu. Tumpukan batu yang berlapis-lapis hanya menyisakan sedikit tanahnya. Jika ditempat lain sering ditemukan lahan tanah berbatu, maka di sini lebih tepat diistilahkan dengan sebutan lahan batu bertanah.Bukan hanya lahan mem­buat tempat ini mar­ginal, sinar matahari juga  menyengat hingga menusuk tulang dengan waktu penyinaran lebih dari 8 jam sehari. Pisang dan kelapa yang biasanya ada di sisi pantai pun tak tampak, apalagi beras. Hanya lamtoro dan pohon kelor yang mampu tumbuh di Likotuden.

Kementerian Pertanian melalui Badan Litbang Pertanian bekerja keras untuk menghijaukan Likotuden dengan tanaman yang adaptif. Sorgum menawarkan solusi dengan berbagai keungguan yang dimiliki diantaranya tahan kering, dan dapat menjadi bahan pangan alternative pada musim paceklik. Apalagi bagi masyarakat Larantuka, Sorgum adalah jenis pangan yang telah ada sejak nenek moyang mereka. Bahkan tanaman ini bukan saja berperan sebagai pangan rakyat, tetapi sebuah jati diri masyarakat Larantuka. Komoditi ini telah hidup dalam mitologi masyarakat Larantuka sejak ratusan tahun lalu.

Badan Litbang Pertanian melalui UPT Balai Penelitian Tanaman Serealia telah melakukan diseminasi VUB sorgum unggul untuk pangan dan bioethanol. Peneliti sorgum Balitsereal melakukan aktifitas perbanyakan benih sorgum, pengolahan hasil menjadi bahan pangan bergizi serta mengolah batang sorgum menjadi gula dan etanol. Upaya dan kerjakeras Tim Balitbangtan kini telah membuahkan hasil. Kini Sorgum Larantuka telah bangkit lagi, semula perekonomi­an berjalan lambat berubah ken­cang. Dulu masih ada data gizi buruk sekarang terhapus, awal­nya paceklik sekarang berduit. Awal­nya Likotuden (Kawaleo) tidak dikenal di peta Indonesia, sekarang tertulis sebagai sentra sorgum nasional.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here