Analisis Usahatani Sorgum di Likotuden Flores

0
277

Dusun Likotuden terletak sekitar 35 km dari Ibu Kota Kabupaten Flores Timur.  Dapat dijangkau dengan kendaraan roda 4 selama 1 jam, jalanan masih dalam perbaikan sebagian sudah aspal dan sebagian lagi pengerasan.  Sekalipun terindikasi terpencil tetapi penduduknya tidak pernah ada terindikasi kelaparan. Potensi lahan pertanian khususnya komoditi tanaman pangan terbentang sepanjang lereng-lereng pegunungan yang berada pada ketinggian sekitar 300 mdpl. Musim penghujan singkat yaitu sekitar 2-3 bulan dengan curah hujan berkisar 81 mm/bulan, sangat minim untuk kebutuhan tanaman pangan utama seperti padi, jagung, ubi-ubian dan kacang-kacangan

Sorgum di Dusun Likotuden telah dikenal sejak lama dengan nama wata Solor, wata Blolong dan wata Mesak, namun perkembangannya mengalami pasang surut.  Dahulu sebelum ada program raskin, penduduk menjadikan sorgum sebagai makanan utama, tetapi dengan adanya bantuan raskin, maka petani mulai mengurangi mengkonsumsi sorgum kecuali hanya pada acara-acara tertentu.

Pada tahun 2015 mulai diperhatikan kembali karena adanya bimbingan dan penyuluhan yang memudahkan petani bercocok tanam dan mengolah hasilnya menjadi beras siap dikonsumsi. Luas tanam tahun 2015 di dusun tersebut hanya 23 ha dan pada tahun 2017 meningkat 37 ha dan tahun 2018 ini meningkat lagi menjadi 40 ha, dengan rata-rata luas garapan per petani hanya 0,75 ha dengan  teknik budidaya yang masih sangat sederhana.

Analisa usahatani sorgum

utso

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here