Upaya Penguatan Kelembagaan Penyebarluasan VUB Jagung Hibrida Badan Litbang Pertanian

0
49

Pada kunjungan tim Monev kegiatan Desa Mandiri Benih Puslitbangtan (Prof. Dr. Made Oka Adnyana dan Ir, Putu Wardana, MS), Kepala Balitsereal menjelaskan perkembangan usaha perluasan penyebaran VUB Jagung Badan Litbang Pertanian.  Mengadopsi pendekatan model kelembagaan yang dibangun pada kegiatan Desa Mandiri Benih jagung, untuk digunakan dalam Pilot Project Pengembangan Produksi Benih jagung hibrida Nasional berbasis kooperasi Petani, yang ditangani secara terpadu oleh jajaran lingkup Kementan.

Kegiatan ini sudah berlangsung sejak bulan Juni dan hingga saat ini sudah 5 provinsi yang menjadi lokasi yaitu: kabupaten Tuban di Jatim MT.I 69 ha menjelang panen dan MTII, ini sudah masuk CPCL 300 ha dan telah dikirimkan parent seednya; di Kabupaten Tanah Laut, Kalsel telah dilakukan penanaman 69 ha dari target 100 ha, saat ini fase pembungaan dan akan dimonev oleh tim mutu Balitsereal.  Kabupaten Lampung Timur, Lampung sudah tanam 60 ha dari target 100 ha, sebagian besar memasuki fase pembungaan, segera dimonev oleh Tim Mutu Balitsereal, di Kabupaten Bone, Sulsel sudah masuk CPCL 100 ha dan masih diusahakan 100 ha, rencana tanam pertengahan oktober, di Kabupaten Minahasa, Sulut sudah dilakukan penanaman perdana dengan target areal 100 ha. Saat ini masih dijejaki Jateng dan Jabar untuk mencapai seribuan ha tahun 2019. Jika ini berhasil maka akan diprogramkan sampai 3000 ha tahun 2020.

Kepala Balitsereal menjelaskan bahwa kegiatan ini ditangani secara terpadu, Balitsereal siapkan benih sumber dan teknisi pendamping di lapangan, Direktorat Perbenihan menyediakan saprotan dan skema pemasarannya, Dinas Pertanian menyediakan CPCL pengguna, Pemegang Lisensi Litbang bertanggung jawab mendampingi dilapangan dan memproses jadi benih serta mendistribusikannya kepada CPCL yang sudah ditetapkan oleh Dinas. Kepala Balitsereal berharap mudah-mudahan cara ini dapat mengembalikan citra VUB Jagung Litbang yang sempat jelek di beberapa daerah dan meminta dukungan dan bimbingan dari Puslitbangtan untuk mengembangkan wadah kooperasi petani ini menjadi Mitra Badan Litbang di masa depan. Karena hanya dengan demikian mimpi untuk mewujudkan produsen benih jagung hibrida nasional berbasis daerah dapat menjadi kenyataan.

Tim Monev mengapresiasi langkah-langkah yang telah ditempuh, dan siap memberikan masukan dalam rangka memperkuat wadah kooperasi menjadi mitra Badan Litbang di masa datang, bukan hanya pada komoditi jagung tetapi juga komoditi lainnya. Model ini dipandang dapat menjawab tujuan program Desa Mandiri Benih yaitu PROFITABEL and SUSTAINABLE.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here